BERITA ISLAM INTERNASIONAL (JEDDAH) - Jenazah putra mahkota Arab Saudi, Nayef bin Abdulaziz al-Saud dimakamkan di Mekah, setelah disalatkan di Masjid al-Haram pada Minggu (17/6).
Raja Abdullah dan berbagai anggota keluarga kerajaan turut melakukan salat jenazah. Sebelumnya jenazah putra mahkota Nayef bin Abdulaziz al-Saud diterbangkan dari Jenewa, Swiss, tempat ia menjalani perawatan kesehatan.
Putra mahkota dimakamkan sesuai dengan tradisi aliran Islam Wahhabi. Makamnya tidak ditandai dengan batu nisan bertuliskan nama dan tanggal kematian tetapi hanya ditandai dengan sebuah batu polos di antara makam-makam serupa di Mekah, lapor Sebastian Usher.
Pangeran Nayef diangkat menjadi putra mahkota pada Oktober 2011 setelah putra mahkota sebelumnya, Sultan bin Abdul Aziz, meninggal dunia.
Penghormatan
Pangeran Nayef menjabat sebagai wakil perdana menteri dan menteri dalam negeri. Dia meninggalkan Arab Saudi untuk berlibur dan menjalani tes kesehatan bulan lalu.
Namun pada awal Juni lalu lalu wakil menteri dalam negeri mengatakan bahwa Pangeran Nayef dalam keadaan baik dan akan segera kembali ke Saudi.
Para pemimpin dunia telah menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas kematian putra mahkota kerajaan. Perdana Menteri Inggris David Cameron menyampaikan penghormatan atas "kepemimpinan dan dedikasi" pangeran.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan di bawah kepemimpinan Pangeran Nayef, Amerika Serikat dan Arab Saudi mengembangkan kemitraan kuat dan efektif dalam memerangi terorisme.
Kerajaan Arab Saudi sejauh ini belum mengumumkan siapa yang akan ditunjuk sebagai putra mahkota. [BBC/L-8]
Sumber: Suarapembaharuan.com
DALAM KENANGAN : Foto Pengeran Nayef bin Abdul Aziz menyambut para pen-ta'ziyah ketika meninggalnya saudaranya yang bernama Pengeran Shulthan bin Abdul 'Aziz, yakni meninggal pada hari Rabu, 22 Oktober 2011 di New York USA ketika berobat.
Nampak dalam foto para pen-ta'ziyah mencium tangan pengeran Nayef bin Abdul Aziz


0 komentar: