Sent: Friday, May 04, 2007 6:17 PM
To: Z*********; Hidayat, Akhmad; n*********; CV. R**********
Subject: ASWAJA-NU vs SALAFI
Assalamualaikum Wr.Wb,
FYI,
Forum Ilmiyah, PERTAMA KALI DI ISTIQOMAH
“TAHLIL DALAM PERSFEKTIF AL-QUR’AN & ASSUNNAH”
Sabtu malam Ahad, 5-Mei-2007 bada Isya di Mesjid Istiqomah Pertamina
NARA SUMBER :
1. UST.RASYIDI, B.Sc (Ahlussunnah wal jamaah/NU dr.Ponpes Syaichona Cholil)
2. UST. AZMI (SALAFI-Pengkritik Tahlil)
Makalah tersedia gratis….waaah..bakal seru…DON’T MISS IT !!!!!!!!!
NAZ
Email yang dikirimkan seorang teman di atas terus terang membuat penasaran. Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya Mesjid Istiqomah membuka diri untuk melakukan dialog mengenai suatu masalah yang hingga saat ini masih menjadi perdebatan – atau diperdebatkan oleh beberapa orang melalui tuduhan-tuduhan bid’ah dan sesat.
Topik yang akan didiskusikan adalah mengenai tahlilan dan doa kepada orang yang sudah meninggal (istilahnya ‘transfer pahala’). Rencana semula, pembicara yang akan tampil adalah Ustadz Rosyidi (pimpinan Persatuan Pondok Pesantren cabang Balikpapan) dan Ustadz Azmi (dari Salafi, pengkritik tahlilan). Namun ternyata hingga acara dimulai, Ustadz Azmi tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas.
Akhirnya Ustadz Rosyidi yang menjadi pemapar tunggal. Beliau menyediakan makalah yang bisa dibaca oleh jama’ah, ditambah presentasi yang menggunakan laptop dan proyektor. Pemaparan yang menggunakan model tanya jawab pun menjadi sangat menarik, sehingga berkesan lebih interaktif. Hujjah-hujjah dan dalil yang disampaikan juga akurat, dengan ditunjukkannya kitab-kitab pendukung yang cukup lengkap (dari hadits hingga kitab para ulama yang semuanya berbahasa Arab ‘gundul’). Semuanya dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada jama’ah dan kesempatan untuk mengecek sendiri kebenaran apa yang disampaikan. Subhanallah …
Praktis, malam itu, semua yang hadir di Mesjid Istiqomah menjadi ‘gamblang’ dengan materi tentang tahlilan ini. Bolehkah? Sesatkah? Adakah dalilnya? Semuanya dibahas tuntas. Alhamdulillah. Ini tentunya sangat berbeda dengan siaran langsung pengajian setiap ba’da maghrib yang dipancarkan melalui Radio IDC – Istiqomah, yang banyak berisikan klaim-klaim dan tuduhan bid’ah dan sesat terhadap suatu amalan ummat Islam yang tidak dapat ‘di-counter balik’ atau didiskusikan secara ilmiah (dan untuk hal ini Pak Rifa’i telah memohon maaf atas pengajian ba’da Maghrib yang selama ini begitu ‘pedas’) Sangat disayangkan, forum ilmiah ini tidak disiarkan secara langsung oleh radio tersebut.
Permasalahan yang kurang lebih sama adalah mengenai maulid Nabi, dzikir berjama’ah, bertawassul dalam berdoa, mengkaji tasawuf, musik, dan lain-lain. Tentunya akan lebih baik bila dikaji berlandaskan ilmu secara bersama-sama dengan ahlinya.
Akhirnya, pesan yang saya dapat dari forum ilmiah (menggunakan ilmu) ini adalah hendaknya kita tidak dengan mudah (ikut-ikutan) menuduh bid’ah atau sesat terhadap suatu amalan (ibadah) yang mungkin kita tidak tahu dasar ilmunya. Senantiasa menuntut ilmu dengan penuh keikhlasan dan tawadhu’ serta menanggalkan pakaian kesombongan diri adalah lebih baik.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi ilmu kita dan menerima amal ibadah seluruhnya, serta diri kita terhindar dari fitnah yang berat pertanggungjawabannya. Amin.
Mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahan, karena itu adalah semata-mata keteledoran saya.
