BERITA ISLAM BALIKPAPAN - Sebagai salah satu langkah mempererat tali silaturahim antar para pedagang kaki lima (PKL) binaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Mekar Sari Balikpapan Tengah, pada Minggu (22/4) dilaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan kawasan sekitar kios PKL tersebut.
Ketua LPM Mekar Sari Ahmad Jais dan Wakil Ketua Kartono serta beberapa pengurus LPM lainnya turun langsung dalam kegiatan tersebut, tampak pula koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Citra Mandiri dan tak ketinggalan para PKL binaan LPM yang menempati kios-kios tersebut.
“Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kekompakan antara LPM dan PKL. Karena tanpa kekompakan dan keakraban maka jalur koordinasi dan juga komunikasi akan menjadi kurang baik,” terang Ahmad Jais.
Kegiatan hari itu diisi dengan membersihkan drainase yang terletak di belakang kios para pkl. Diharapkan dengan drainase yang bersih dan tidak tersumbat akan menjadikan kawasan tersebut lebih menarik masyarakat.
“Kebersihan itu salah satu daya tarik tersendiri untuk berdagang makanan dan minuman,” bebernya.
Beberapa bagian jalan yang rusak pun diperbaiki, hal ini agar masyarakat serta aparat kecamatan dan juga kelurahan yang sehari-harinya melewati jalan tersebut dapat melintas dengan lebih nyaman.
Ia juga menyinggung mengenai masalah perparkiran di kawasan itu, masyarakat yang berniat belanja di kawasan itu memang selama ini memarkir kendaraannya di bagian kiri jalan tepatnya di pembatas lahan eks Puskib maupun tepat di depan kios para pkl tersebut.
“Hal ini juga sudah menjadi bahan pemikiran bagi LPM, karena para PKL tersebut berada di bawah binaan LPM,” jelasnya.
Kini LPM pun mempunyai satu solusi untuk kondisi tersebut, Jais mengatakan bahwa pihak LPM akan mencoba untuk bekerja sama dengan pengelola Farmasi Kota yang berada tepat di belakang kios PKL tersebut.
“Saya akan menghadap kepada Kepala Farmasi tersebut untuk memohon bantuan agar diperkenankan menggunakan sebagaian lahan bangunannya untuk digunakan sebagai lahan parkir,” ungkapnya.
Sementara itu untuk mencegah kendaraan parkir kembali di tempat tersebut, ia berencana menanam pohon di antara seng pembatas eks lahan Puskib dan jalan aspal.
Jais melanjutkan, bahwa LPM juga berencana untuk memohon izin kepada pihak terkait untuk mempercantik penutup lahan eks Puskib yang berada di depan kios PKL. Pembatas lahan eks Puskib yang menggunakan seng memang terasa kurang pantas bagi estetika kota.
“Kami akan mencoba mengusulkan untuk pengecatan seng tersebut, paling tidak nantinya diharapkan dapat memperindah kawasan ini,” tukasnya. (sab) [//]
0 komentar: