BERITA ISLAM BALIKPAPAN - Sesuai yang telah terjadwal, Al Habib Abdurrahman bin Hasan Al Habsyi kembali berkunjung dan memberikan tausiyah-tausiyahnya di Kota Balikpapan. Setelah siang harinya menjadi Khotib Jum'at di Masjid Nurul Haq, kembali beliau mengisi ceramah ba'da sholat maghrib di Masjid As-Su'ada Pasar Baru [27/04/12].
Sekitar seratusan jama'ah sholat maghrib mengikuti ceramah Habib Abdurrahman Al Habsyi.
Di awal-awal ceramahnya, Habib yang bersuara lembut nan halus ini, mengingatkan kepada para jama'ah bahwa waktu antara maghrib dan isya' merupakan waktu yang sangat istimewa.
Beliau melanjutkan dengan mengingatkan para jama'ah bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah bertempat atau membutuhkan pada tempat, mereka adalah orang-orang kurang ajar. Mereka adalah kelompok yang disebut mujassimah, yaitu orang yang menjisimkan Allah. Kemudian, beliau mengutip sebuah perkataan ulama, "barangsiapa yang menjisimkan Allah maka ia kafir".
Berikutnya beliau secara panjang lebar menjelaskan perihal mengingat-ngingat kematian, sesuai dengan apa yang beliau bacakan dalam kitab Ar-Risalatul Mu'awanah karya Imam Al Haddad.
Selain itu, beliau juga mengingatkan agar menutup aib kaum Muslimin, sebab kata beliau "barangsiapa yang menutup aib kaum Muslimin, maka Allah akan menutup aib dirinya kelak di yaumil qiyamah".
Menjelang adzan Isya', beliau mengakhiri ceramahnya dengan do'a. Para jama'ah kemudian berjabat tangan dengan beliau dan mencium tangan beliau. Sedangkan beliau hendak keluar masjid dan akan menuju ke Masjid Ash-Shiddieq Gn. Guntur Balikpapan untuk kembali memberikan ceramah sekaligus pembacaan Maulid Al Syarabuth Thohur karya Al Imam Ad-Da'i Ilallah Al Habib 'Umar bin Hafidz, Hadramaut Yaman. [ar]
Sekitar seratusan jama'ah sholat maghrib mengikuti ceramah Habib Abdurrahman Al Habsyi.
Di awal-awal ceramahnya, Habib yang bersuara lembut nan halus ini, mengingatkan kepada para jama'ah bahwa waktu antara maghrib dan isya' merupakan waktu yang sangat istimewa.
Beliau melanjutkan dengan mengingatkan para jama'ah bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah bertempat atau membutuhkan pada tempat, mereka adalah orang-orang kurang ajar. Mereka adalah kelompok yang disebut mujassimah, yaitu orang yang menjisimkan Allah. Kemudian, beliau mengutip sebuah perkataan ulama, "barangsiapa yang menjisimkan Allah maka ia kafir".
Berikutnya beliau secara panjang lebar menjelaskan perihal mengingat-ngingat kematian, sesuai dengan apa yang beliau bacakan dalam kitab Ar-Risalatul Mu'awanah karya Imam Al Haddad.
Selain itu, beliau juga mengingatkan agar menutup aib kaum Muslimin, sebab kata beliau "barangsiapa yang menutup aib kaum Muslimin, maka Allah akan menutup aib dirinya kelak di yaumil qiyamah".
Menjelang adzan Isya', beliau mengakhiri ceramahnya dengan do'a. Para jama'ah kemudian berjabat tangan dengan beliau dan mencium tangan beliau. Sedangkan beliau hendak keluar masjid dan akan menuju ke Masjid Ash-Shiddieq Gn. Guntur Balikpapan untuk kembali memberikan ceramah sekaligus pembacaan Maulid Al Syarabuth Thohur karya Al Imam Ad-Da'i Ilallah Al Habib 'Umar bin Hafidz, Hadramaut Yaman. [ar]
0 komentar: