Sabtu, 31 Maret 2012

HIMA Kosgoro 1957 dan IPNU Balikpapan Mengadakan Seminar Nasional Kenaikan Harga BBM

BERITA ISLAM BALIKPAPAN - Rencana kenaikan BBM oleh pemerintah memang menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat, demonstrasi pun hampir merata seluruh Indonesia. Berbagai organisasi-organisasi agen of change (mahasiswa) turut serta menolak kenaikan harga BBM, mulai dari organisasi mahasiswa - pemuda - Islam hingga umum.

Di Balikpapan, organisasi mahasiswa dan pemuda seperti HMI, PMII, GMNI, KAMMI dan lain sebagainya melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk penolakan mereka terhadap rencana pemerintah. Tidak ketinggalan pula, organisasi pelajar Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Balikpapan turut andil dalam momen rencana pemerintah ini. Namun, mereka tidak melakukan aksi turun ke jalan sebagaimana organisasi lainnya, melainkan mengadakan seminar (31/03) di Rumjab wakil Walikota Balikpapan dengan mengambil tema "Mengkaji Dampak Kenaikan Harga BBM Terhadap Perokonomian Rakyat". Seminar ini merupakan bagian dari program nasional HIMA Kosgoro 1957 yang dalam hal ini menggandeng IPNU untuk bekerja sama mengadakan seminar nasional.

Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut Wakil ketua DPD PDK Kosgoro Kaltim sekaligus pengurus cabang Nahdlatul Ulama Balikpapan, H. Suwandi SH, MSi. dan Kepala Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Balikpapan (Disperindagkop), Ibu Ir. Nining Surtiningih. Dua narasumber lainnya yang tidak bisa hadir adalah Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Drg. Sukri Wahid dan salah seorang narasumber dari Pertamina Balikpapan.

Seminar berjalan dengan lancar, masing-masing narasumber memaparkan kajiannya terkait dampak kenaikan harga BMM terhadap perekonomian rakyat, khususnya Balikpapan. Sesi tanya jawab diadakan setelah masing-masing narasumber memaparkan materi mereka.



Dalam paparannya, Bpk Suwandi juga sedikit menyinggung tentang kegiatan aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat dan ia mengatakan "Menurut beberapa pengamat ekonomi, aksi demonstrasi yang digelar oleh masyarakat sebenarnya ada yang membiayai mereka yaitu para pengusaha penyelundup, mereka ingin mendapat keuntungan dari hal tersebut".

Pernyataan Bpk. Suwandi ini sontak mendapat respon dari salah seorang mahasiswa perwakilan BEM STT Migas Balikpapan yang dengan nada tegas menanyakan sumber pernyataan tersebut.

"Saya ingin tahu dari mana sumbernya, siapa nama pengamat yang mengatakannya ?" tegasnya.

Beberapa peserta lain juga menyayangkan terlontarnya pernyataan tersebut.

Seminar yang dimulai setelah sholat Dhuhur tersebut berakhir sekitar pukul 16.00 WITA dan semua aspirasi yang ada akan dirumuskan oleh HIMA Kosgoro 1957 untuk disampaikan kepada perwakilan rakyat. [adm/JBIB]


SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: