Tampilkan postingan dengan label KH Hasyim Muzadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KH Hasyim Muzadi. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

Mustasyar Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Gaungkan Persatuan Umat Islam

Mustasyar Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Gaungkan Persatuan Umat Islam

BINTAN UTARA - Mustasyar Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bintan Utara, Kepulauan Riau, Ahmadi, mengatakan NU, bukan organisasi politik, sehingga harus lepas dari kepentingan politik partai manapun. NU harus merangkul semua elemen masyarakat. Bukan hanya yang berbeda organisasi dakwah saja, namun harus mampu merangkul umat beragama lainnya.

"NU bebas dari kepentingan politik partai apapun, partai manapun. NU harus bersama-sama dengan organisasi dakwah lain seperti Muhammadiyah, salafi dan organisasi dakwah Islam lainnya untuk menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin. Sehingga kita menjadi rahmat bagi umat beragama lainnya," katanya dalam halal bi halal MWC NU di Musholla Sirojut Talibin di Tanjunguban, Sabtu (8/9) malam.

Walaupun demikian, kata Ahmadi, NU dekat dengan pengurus dan orang partai manapun, karena sebagian besar mereka berasal dari NU. Bahkan ada yang masih aktif di kegiatan dan kepengurusan NU. Begitu juga dengan orang tua mereka berlatarbelakang NU.

"Kita dekat dengan pengurus partai Golkar, PKS, PPP, PKB, PAN, dan lainnya. Bahkan kita sering mengisi pengajian di PDIP. Namun jangan menyeret NU secara organisasi ke ranah politik. Kalau masing-masing pengurus dan warga secara pribadi silakan. Asalkan jangan bawa-bawa gerbong NU," ujarnya.

NU harus fokus dengan kerja dakwah sosial, pendidikan untuk mencari ridha Allah. Umat dunia yang rukun damai. Mensosialisasikan gerakan membaca kitab kuning (mutala'atul kutub) untuk alumni santri pesantren.

"Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA). Pendidikan sejak dini. Sejak kecil mesti sudah kita ajarkan Ta'alim Muta'alim, Nahwu Wadhih. Seperti 'alala qadimula yamulu sama'uhu dan nahwu jurumiyah sejak usia sekolah dasar (SD)," terangnya.

Sementara tausiyah oleh ustadz Edi Suparjo mengajak supaya warga NU memanfaatkan momentum halal bi halal sebagai momentum membersihkan diri. Karena Islam sangat menganjurkan umatnya untuk membersihkan diri.

"Rukun Islam juga menganjurkan demikian. Sahadat membersihkan diri dari sirik. Shalat bersihkan diri dari keji dan munkar. Zakat sebagai pembersih harta. Puasa pembersih dosa. Dan sa'i pada haji juga pembersih dari kotoran yang masih melekat pada tubuh kita," ujar Edi.

Halal bi halal ini dihadiri oleh 250 warga dan beberapa tokoh yang hadir diantaranya Dalmasri Syam, Ketua Mukhtashar Pimpinan Cabang NU Kabupaten Bintan, juga anggota DPRD Provinsi Kepri, Bahari Ketua Tanfidziyah MWC NU Bintan Utara, Abdul Majid Sekretaris MWC NU Bintan Utara, Usman Ketua GP Ansor PAC Bintan Utara,  Ahmad Umari tokoh masyarakat, Amran pimpinan PPP Bintan, Misiah, anggota DPRD Bintan, dan Dahlia Zulfah Camat Bintan Utara. (NUONLINE)

Selasa, 04 September 2012

Muktamar Muhammadiyah di Kalimantan Timur (Kaltim) Menunggu Tahun 2020

Muktamar Muhammadiyah di Kalimantan Timur (Kaltim) Menunggu Tahun 2020

ISLAM BALIKPAPAN - Sesuai hasil rapat koordinasi terkait Muktamar 2015 yang rencananya di adakan di Balikpapan antara PWM / PWA dan PDM kota Balikpapan beserta Majelis, Lembaga, Ortom, AUM, dan PCM-nya, maka kota Balikpapan belum siap dijadikan tempat Muktamar 2015 dikarenakan beberapa kendala diantaranya kapasitas tempat pembukaan sebagaimana yang diminta PP. Muhammadiyah bisa menampung 25.000 orang belum tersedia di kota minyak ini. 

Lapangan terbesar di Balikpapan (PERSIBA) hanya menampung 10.000 orang saja. kendala Lainnya tempat tertutup yang bisa menampung peserta muktamar sebanyak 4.800 orang juga belum tersedia. namun demikian PDM kota Balikpapan meminta PWM KALTIM agar MUSWIL KALTIM tahun 2015 bisa dilaksanakan di Balikpapan. Sementara untuk Muktamar, PDM juga mengusulkan ke PWM agar meminta ke PP. Muhammadiyah supaya Muktamar Muhammadiyah yang ke-48 tahun 2020 mendatang bisa dilaksanakan di KALTIM.

Sumber : Muhammadiyah

Sabtu, 14 Juli 2012

Seminar Internasional Tentang Peran Alawiyyin atau Habaib di Nusantara (14 - 15 Juli 2012)

Seminar Internasional Tentang Peran Alawiyyin atau Habaib di Nusantara (14 - 15 Juli 2012)

SEMINAR INTERNASIONAL TENTANG PERAN ALAWIYYIN/HABAIB DI NUSANTARA

Membendung Radikalisme dan Ekstremisme


Seminar ini dimaksudkan untuk menggali akar-akar kultural dakwah damai Islam di Nusantara dan, pada akhirnya, mempromosikan kembali cara-cara yang lebih manusiawi dalam pergaulan inter dan antaragama, sekaligus membendung ekstremisme dan radikalisme di Nusantara.

WAKTU DAN TEMPAT
Seminar Internasional akan dilaknsanakan selama dua hari, yaitu:
Hari/tanggal : Sabtu-Minggu 14 - 15 Juli 2012
Waktu : Pukul 08.30 – 17.00 WIB
Tempat : Gedung Soverign Jalan TB. Simatupang, Jakarta

Pembukaan akan dilakukan oleh 
Ketua DPR RI, Bapak Marzukie Alie
dan dihadiri pejabat dan tokoh masyarakat.

PEMBICARA
1. Prof. Dr. Syed Naquib Al-Attas (Malaysia)
2. Prof. Engseng Ho (Duke University)
3. Prof. Dr. Alwi Shihab (Indonesia)
4. Prof. Dr. Azyumardi Azra (UIN – Indonesia)
5. Prof. Dr. Said Agil Siraj (PBNU – Indonesia)
6. Prof. Dr. Muhammad Naqawi (India)
7. Prof. Dr. Yasmine Shahab (UI-Indonesia)
8. Ismail Fahmi Al-Attas, Can. Ph.D (Univ. of Michigan – Indonesia)
9. DR. Rajai (Iran)
10. DR. Sayyid Sulaiman (Thailand)
11. Habib Zayd Abdurrahman Yahya (Yaman)
12. Habib Ali Anis Al-kaff

TUJUAN SEMINAR
1. Melacak kembali sejarah dan metode kaum dalam berdakwah ’Alawiyin di Nusantara
2. Merevitalisasi metode tersebut untuk masa sekarang
3. Melacak interaksi metode dakwah ’Alawiyin dengan ajaran-ajaran tasawuf
4. Mengenali signifikansi hijrah dalam metode dakwah kaum ’Alawiyin
5. Menyegarkan kembali pemahaman tentang Thariqah ’Alawiyyah
6. Mengembalikan sikap toleran dan moderat Islam dalam arus utama pemikiran Islam Nusantara.

TOPIK-TOPIK SEMINAR
1. Sejarah Masuknya Islam ke Nusantara dan peran kaum ’Alawiyin di dalamnya.
2. Peran kaum ’Alawiyin dalam dakwah dan Penyebaran Islam di Nusantara : tinjauan historis dan antropologis
3. Metodologi dakwah Kaum ’Alawiyin: Sebuah Studi Komparatif
4. Dakwah damai Islam: Berbagai Tantangan dan Peluang
5. Membangun kembali dan mereposisi peran Kaum ’Alawiyin masa kini di Nusantara
6. Pengembangan kurikulum pendidikan Islam berbasis tasawuf dan Thariqah ’Alawiyyah di Nusantara


PELAKSANA 
Seminar ini dilaksanakan oleh Lembaga Studi Agama dan Budaya (LSAB)

CP: Asegaf 08128322069


Rabu, 11 Juli 2012

SMS Centre Buya Yahya ; Gratis Jadwal Tausiyah - Informasi Kegiatan - Mutiara Hikmah dan Tausiyah

SMS Centre Buya Yahya ; Gratis Jadwal Tausiyah - Informasi Kegiatan - Mutiara Hikmah dan Tausiyah

MARI BERGABUNG DENGAN 
SMS CENTRE "BUYA YAHYA"

Anda akan menerima informasi :
1. Jadwal tausiyah Buya Yahya
2. Informasi Kegiatan 
3. Mutiara Hikmah dan Tausiyah dari Buya Yahya

Langsung ke HP Anda:
GRATIS

DAFTAR SEGERA, KIRIM SMS :

REG.NAMA.KOTA.UMUR

KIRIM KE
08  988 988 765


Informasi selengkapnya kunjungi www.buyayahya.org

Kamis, 28 Juni 2012

Jadwal Majelis Habib Abdurrahman bin Hasan Al-Habsyi (29 Juni - 1 Juli 2012) di Kota Balikpapan

Jadwal Majelis Habib Abdurrahman bin Hasan Al-Habsyi (29 Juni - 1 Juli 2012) di Kota Balikpapan


29 JUNI 2012

- Shalat Jum'at : Khatib Jum'at - di Masjid POLDA Kaltim (Syarifuddin Yoes)
- Ba'da Maghrib : Pembacaan Kitab Ar-Risalatul Mu'awanah - di Masjid Jami' As-Su'ada (Pasar Baru)
- Ba'da Isya' : Pembacaan Maulid dan Ceramah - di Mushalla Babus Salam (Jl. MT Haryono / DAM)

30 JUNI 2012


... ... 






Selengkapnya >>



BERGABUNG BERSAMA KAMI (MADINATULIMAN.COM)