BALIKPAPAN- Sebanyak 392 prajurit maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di
liungkungan Kodam VI/Mulwarman naik pangkat. Hal ini ditandai dengan
diterimanyalaporan korps raport kenaikan pangkat Perwira Kodam
VI/Mulawarman di Aula Makodam, Senin (1/4) lalu oleh Pangdam Mayjen TNI
Dicky Wainal UsmanSIPMSi.
Penyerahan laporan korps raport kenaikan pangkat ini diwakili 5 orang
perwira. Masing-masing adalahKolonel Inf Tri Setyo Subagio, Letkol Inf
Fritz Wilem Rizard P, Mayor Caj Mujianto, Kapten Kav Dirga Pranata Lubis
dan Lettu Caj M Nitra Rajeel.
Pada periode 1 April 2013, prajurit dan PNSjajaran Kodam VI/Mulawarman
yang naik pangkat berjumlah 1.392 orang.Terdiri dari Letkol ke Kolonel 2
orang, Mayor ke Letkol 8 orang, Kapten ke Mayor 37 orang, Lettu ke
Kapten 39 orang, Letda ke Lettu 103 orang. Sementara
untukBintara sebanyak494 orang dan Tamtama 580serta yang berstatus PNS
berjumlah 129 orang. Selain itu juga ada satu orang personel Mabes TNI
yang menjabatKepala Oditurat MiliterKaodmil I-07 Balikpapan, dari
pangkat Letkol ke Kolonel.
Dalam amanatnya,Pangdam VI/Mulawarmanmenyampaikan bahwa kenaikan
pangkat di dalam suatu organisasi militer diatur dalam suatu pola
pembinaan karier prajurit dan telah ditetapkan kriteria yang ketat untuk
mempromosikan seorang prajurit.Antara lain mampu menunjukkan moralitas,
prestasi dan dedikasi yang baik dalam pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab jabatannya serta dalam kehidupannya sehari-hari.
“Dengan moralitas, prestasi dan dedikasi yang ditunjukkan itu. Para
perwira patut mendapat kepercayaan dan kehormatan dari negara berupa
kenaikan pangkat,” terang Pangdam Dicky.
Pangdam juga mengemukakan bahwa kenaikan pangkat bagi seorang perwira
mengandung arti yang sangat penting dalam meniti karier keprajuritannya.
Dengan kenaikan pangkat, maka peluang karier akan lebih terbuka.Namun
demikian, kenaikan pangkat bukan menjadi hak sepenuhnya seorang perwira,
karena setiap perwira yang naik pangkat terkait erat dengan sistem
pembinaan personel.“Baik pada jabatan sebelumnya maupun jabatan yang
dipercayakan saat ini,” tutur jenderal bintang dua ini.
Pangdam Dicky juga berharap, kenaikan pangkat ini benar-benar dapat
menjadi pendorong semangat dan tekad para perwira untuk menyongsong
tugas yang tentunya akan semakin berat. Harus dibuktikan makna kenaikan
pangkat ini dalam penerapan sistem kepemimpinan di satuan, baik secara
moral, etika, pribadi maupun satuan.
“Pahami dan tanamkan bahwa kenaikan pangkat ini memang diberikan
berdasarkan penilaian yang obyektif atas prestasi dan pengabdian kepada
negara dan bangsa. Kreativitas, inisiatif, inovasi serta kedewasaan
dalam membina dan memimpin para prajurit bawahannya harus menjadi
karakter yang selalu bisa ditunjukkan setiap saat dalam rangka mendorong
terciptanya suasana kerja yang harmonis dan produktif,” pungkas Pangdam
Dicky Wainal Usman.(die)
http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=90452