TASIKMALAYA - Perwakilan Pondok
Pesantren Fathiyah Al Idrissyah, Kecamatan Cisayong, Kabupaten
Tasikmalaya, Masykur Malik, menyatakan, penyerangan ratusan massa ormas
Islam ke pesantrennya dilatarbelakangi salah paham.
"Kami diduga
telah menyembunyikan seorang ustaz bernama Ridwan di pesantren. Ustaz
itu diduga telah berbuat asusila beberapa tahun lalu. Padahal enggak,
rumah ustaz itu memang lokasinya di belakang lingkungan kompleks
pesantren kami," terang Masykur kepada Kompas.com, Senin (8/4/2013) malam.
Mengenai
tudingan sekelompok massa ormas Islam terkait pesantren telah
menyimpang dari ajaran Islam, Masykur membantahnya. Bahkan, pihaknya
memiliki bukti keterangan dari MUI setempat bahwa ajaran pesantren tidak
menyimpang dari ajaran Islam.
"Enggak ini hanya salah sangka, pesantren kami diduga telah menyembunyikan ustaz yang berbuat asusila," kata Masykur.
Saat
beberapa wartawan berkunjung ke pesantren tersebut, Minggu (7/4/2013),
pihak pesantren sempat menunjukkan surat keterangan bahwa ajarannya
tidak menyimpang dari ajaran agama Islam.
Diberitakan sebelumnya,
ratusan massa salah satu ormas Islam menyerang Pesantren Fathiyah Al
Idrisiyyah di Jalan Raya Ciawi, Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip,
Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (6/4/2013) malam.
Sekelompok
orang itu merusak aset pesantren berupa minimarket dan memaksa masuk ke
lokasi pesantren. Akibat aksi perusakan massa itu, kaca minimarket
yang berada di depan kompleks pesantren pecah. Bahkan, tiga orang santri
pesantren itu mengalami luka-luka di wajah dan tubuhnya akibat terkena
lemparan batu yang dilakukan kelompok penyerang.
http://regional.kompas.com/read/2013/04/08/22401473/Masykur.Penyerangan.Pesantren.Akibat.Salah.Paham
