Rabu, 03 April 2013

Balikpapan Ikut Program Asia Pasific

BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungannya. Salah satunya, kini Pemkot telah terdaftar menjadi salah satu kota yang sudah bergabung dalam Cyber City. Cyber City ini merupakan komunitas yang memayungi kerjasama Kota-kota di Asia  Pasifik. Beberapa waktu lalu, Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi  SE melakukan kunjungannya ke Seoul, ibu kota Korea Selatan, guna menghadiri pelantikkan Ketua Cyber City.

“Balikpapan telah mengikuti Cyber City yang merupakan kerjasama kota-kota di Asia Pasific. Sebelumnya, ada pelantikan Ketua Cyber City  di Seoul, karena sebelumnya kan ketuanya adalah wali kota di Hokahoma Jepang. Cyber City itu juga kerjasama dengan Kota-kota di Asia Timur dan Asia Pasifik,” kata Rizal Effendi usai menghadiri Paripurna Istimewa DPRD Kota Balikpapan, Senin (1/4), kemarin.

Apakah keuntungan yang diperoleh Balikpapan dalam keanggotaan di Cyber City tersebut? Ditanya begitu, Rizal menerangkan, pihaknya berkesempatan bisa mengikuti pelatihan-pelatihan bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang diselenggarakan oleh kota-kota yang tergabung dalam Cyber City.

Masih menurut Wali Kota Rizal, pelatihan-pelatihan yang digelar Cyber City dan diikuti seluruh anggota se-Asia Pasifik tersebut, di antaranya menyangkut masalah program kota, seperti transportasi, sanitasi, penanganan sampah dan program kota lainnya.

“Jadi banyak pelatihannya yang akan digelar di Seoul. Kita berkesempatan mengikutinya, apalagi sudah menjadi anggota, biayanya lumayan murah karena hanya sekadar membayar iuran anggota,” terang dia.

Lebih jelas mengenai program Cyber City, wali kota ke-10 Balikpapan ini menerangkan dalam pelatihan-pelatihan nantinya, Pemkot Balikpapan tidak perlu mengeluarkan biaya besar lantaran pelatihan Cyber City dibiayai oleh program Asia Pasific dari seluruh anggotanya.

"Nanti, kita kirim staf Pemkot untuk ikuti pelatihan terkait program kota. Keuntungannya, hasil pelatihan bisa direalisasikan membangun kota semakin baik terutama masalah kemacetan, sanitasi lingkungan hingga penanganan sampah yang volumenya terus meningkat setiap tahun," tutupnya.

3R MULAI RUMAH TANGGA

Saat pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) di wilayah Manggar, Minggu (31/3), Rizal mengaku ada satu hal menarik yang diperolehnya dari hasil kunjungan ke Seoul. Yakni soal penerapan 3R terhadap sampah yakni reuse (menggunakan kembali), reduce (mengurangi) serta recycle (daur ulang). Sejak dari skala rumah tangga, sampah di Seoul sudah dipilah.

“Sampah organik dan non organik sejak dari rumah tangga sudah dipilah. Kalau sampahnya dicampur, nggak bakal diangkut sama petugas,” terang Rizal Effendi. Wali Kota Rizal menekankan bahwa penanganan sampah sekarang ini tidak bisa dilakukan sebatas memindahkan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Harus ada upaya 3R sehingga volume sampah yang masuk ke TPA tak hanya berkurang tapi juga punya nilai ekonomis. Saat dialog GNIB terungkap pula keluhan warga Manggar atas pengangkutan sampah ke TPA yang menimbulkan bau tidak sedap bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut merupakan bukti jika memilih TPA bukanlah pekerjaan yang mudah.

Oleh karenanya usia TPA harus diperpanjang dengan cara mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. “Dulu saat TPA Manggar baru pertama kali beroperasi, belum ada pemukiman, sekarang jalannya sudah dibuka, pemukiman tumbuh. Akhirnya timbul rasa tidak nyaman tadi, truk lewat, warga yang tinggal di sekitarnya terganggu,” pungkas dia.(rus/yud)

http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=90350

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.