BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan terus meningkatkan
kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungannya. Salah satunya, kini
Pemkot telah terdaftar menjadi salah satu kota yang sudah bergabung
dalam Cyber City. Cyber City ini merupakan komunitas yang memayungi
kerjasama Kota-kota di Asia Pasifik. Beberapa waktu lalu, Wali Kota
Balikpapan HM Rizal Effendi SE melakukan kunjungannya ke Seoul, ibu
kota Korea Selatan, guna menghadiri pelantikkan Ketua Cyber City.
“Balikpapan telah mengikuti Cyber City yang merupakan kerjasama
kota-kota di Asia Pasific. Sebelumnya, ada pelantikan Ketua Cyber City
di Seoul, karena sebelumnya kan ketuanya adalah wali kota di Hokahoma
Jepang. Cyber City itu juga kerjasama dengan Kota-kota di Asia Timur dan
Asia Pasifik,” kata Rizal Effendi usai menghadiri Paripurna Istimewa
DPRD Kota Balikpapan, Senin (1/4), kemarin.
Apakah keuntungan yang diperoleh Balikpapan dalam keanggotaan di Cyber
City tersebut? Ditanya begitu, Rizal menerangkan, pihaknya berkesempatan
bisa mengikuti pelatihan-pelatihan bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang
diselenggarakan oleh kota-kota yang tergabung dalam Cyber City.
Masih menurut Wali Kota Rizal, pelatihan-pelatihan yang digelar Cyber
City dan diikuti seluruh anggota se-Asia Pasifik tersebut, di antaranya
menyangkut masalah program kota, seperti transportasi, sanitasi,
penanganan sampah dan program kota lainnya.
“Jadi banyak pelatihannya yang akan digelar di Seoul. Kita
berkesempatan mengikutinya, apalagi sudah menjadi anggota, biayanya
lumayan murah karena hanya sekadar membayar iuran anggota,” terang dia.
Lebih jelas mengenai program Cyber City, wali kota ke-10 Balikpapan ini
menerangkan dalam pelatihan-pelatihan nantinya, Pemkot Balikpapan tidak
perlu mengeluarkan biaya besar lantaran pelatihan Cyber City dibiayai
oleh program Asia Pasific dari seluruh anggotanya.
"Nanti, kita kirim staf Pemkot untuk ikuti pelatihan terkait program
kota. Keuntungannya, hasil pelatihan bisa direalisasikan membangun kota
semakin baik terutama masalah kemacetan, sanitasi lingkungan hingga
penanganan sampah yang volumenya terus meningkat setiap tahun,"
tutupnya.
3R MULAI RUMAH TANGGA
Saat pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) di wilayah
Manggar, Minggu (31/3), Rizal mengaku ada satu hal menarik yang
diperolehnya dari hasil kunjungan ke Seoul. Yakni soal penerapan 3R
terhadap sampah yakni reuse (menggunakan kembali), reduce (mengurangi)
serta recycle (daur ulang). Sejak dari skala rumah tangga, sampah di
Seoul sudah dipilah.
“Sampah organik dan non organik sejak dari rumah tangga sudah dipilah.
Kalau sampahnya dicampur, nggak bakal diangkut sama petugas,” terang
Rizal Effendi. Wali Kota Rizal menekankan bahwa penanganan sampah
sekarang ini tidak bisa dilakukan sebatas memindahkan sampah dari tempat
pembuangan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Harus ada upaya 3R sehingga volume sampah yang masuk ke TPA tak hanya
berkurang tapi juga punya nilai ekonomis. Saat dialog GNIB terungkap
pula keluhan warga Manggar atas pengangkutan sampah ke TPA yang
menimbulkan bau tidak sedap bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut
merupakan bukti jika memilih TPA bukanlah pekerjaan yang mudah.
Oleh karenanya usia TPA harus diperpanjang dengan cara mengurangi
volume sampah yang dibuang ke TPA. “Dulu saat TPA Manggar baru pertama
kali beroperasi, belum ada pemukiman, sekarang jalannya sudah dibuka,
pemukiman tumbuh. Akhirnya timbul rasa tidak nyaman tadi, truk lewat,
warga yang tinggal di sekitarnya terganggu,” pungkas dia.(rus/yud)
http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=90350