JAKARTA - Kedekatan pelbagai pihak menimbulkan arti yang buruk bila salah satu
pihak bermaksud menjilat dan mengekor kepada pihak lain. Kedekatan
dinilai buruk bilamana pihak yang merapat dengan kekuasaan membawa
kepentingan politik yang bersifat pribadi atau golongan.
Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang lazim disapa Kang Said kepada NU Online di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (18/3) petang.
Pernyataan itu merupakan ungkapan Kang Said saat menyikapi tanggapan
miring terkait kedatangannya Kamis (14/3) lalu di Istana Presiden RI.
“Kalau dekat dalam arti mengambil muka penguasa, saya pun takkan
datang ke istana dalam rangka memenuhi undangan Presiden RI,” tegas Kang
Said.
Menurut Kang Said yang menjadi Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam
(LPOI), kedekatan ormas Islam dengan penguasa akan bernilai baik kalau
LPOI memberikan masukan-masukan yang menyangkut kepentingan umum.
Selain masukan, LPOI juga memberikan pernyataan-pernyataan kritis
kepada Presiden RI terkait penegakan hukum, korupsi, penanggulangan
terorisme, narkoba, kesejahteraan, pengangguran, Kredir Usaha Rakyat
(KUR) dan persoalan rakyat lainnya, tambah Kang Said.
Pernyataan kritis dan masukan-masukan itu, lanjut Kang Said, menjadi
bagian dari amar makruf dan nahi munkar. Itu merupakan tanggung jawab
ormas Islam baik NU maupun ormas yang tergabung dalam LPOI.
Dengan memberikan catatan kritis dan masukan-masukan lainnya,
kedekatan dengan penguasa bernilai baik demi membangun masyarakat. Hanya
saja kritik dan masukan ormas Islam tidak menggunakan bahasa kasar atau
caci maki, tutup Kang Said.
http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,43227-lang,id-c,nasional-t,Kang+Said++Menjilat+Penguasa+Itu+Buruk-.phpx
