PROBOLINGGO - Pendirian tempat karaoke dan kafe Ayang di dekat SMKN 2 di Jl Mastrip, Kota Probolinggo, Jawa Timur, dikeluhkan pengurus Nahdlatul Ulama (NU).
Sebab,
lokasi kafe itu dinilai kurang tepat karena terlalu dekat dengan
lingkungan pendidikan dan permukiman warga. Wakil Ketua PCNU Hudri,
meminta sejumlah pihak untuk meninjau kembali lokasi tempat hiburan yang
baru saja diresmikan tersebut.
Apalagi latar belakang dan kultur agama di Kota Probolinggo diketahui sangat kental.
"Mohon ditinjau dan direspon. Warga juga banyak yang tidak tahu tentang keberadaan kafe tersebut," kata Hudri.
Sementara, Ketua Robithotul Ma'ahid Al-Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama
Kota Probolinggo Abdul Aziz, menyayangkan keputusan pemerintah yang
telah menerbitkan izin operasional bagi tempat hiburan tersebut.
Menurutnya, pemerintah semestinya mempertimbangan hal-hal lain selain unsur administratif belaka.
"Saya
sebagai Ketua RMI akan segera matur dan sowan ke para kyai pengasuh
pesantren untuk mendiskusikan dan meminta pendapat para tokoh agama.
Apakah keberadaan tempat hiburan itu banyak menimbulkan manfaat atau
justru mafsadat," kata Aziz, Sabtu (23/3/2013).
RMI memiliki
anggota 32 pesantren yang beraliran NU. Aziz menambahkan, pemerintah
sebagai pelindung masyarakat, pemerintah jangan hanya menerjemahkan pada
sisi perlindungan keamanan secara fisik, namun mestinya jauh lebih
substantif, yakni melindungi masyarakat pada rongrongan moralitas.
http://www.tribunnews.com/2013/03/24/kafe-berdiri-dekat-sekolah-nu-kritik-pemda
