BEIRUT, KOMPAS.com — Satu ledakan di masjid ibu kota
Suriah, Damaskus, Kamis (21/3/2013), menewaskan sedikitnya 42 orang,
termasuk seorang ulama senior pro-pemerintah, dan melukai 84 lainnya.
Demikian diungkapkan pejabat dari Kementerian Kesehatan Suriah. Televisi
negara dan para aktivis anti-pemerintah sebelumnya melaporkan 15 tewas.
Televisi tersebut mengatakan satu ledakan bunuh diri teroris
menghantam Masjid Iman di pusat Damaskus, dan Mohammed al-Buti, imam
Masjid kuno Ummayyad, merupakan salah satu di antara yang tewas. Buti,
seorang ulama yang ditunjuk pemerintah dicerca oleh gerakan oposisi
Suriah, menyampaikan khotbah shalat Jumat setiap pekan di televisi
pemerintah.
Berbagai serangan di Damaskus selama konflik bersenjata dua tahun
antara pemberontak dengan pemerintah Suriah, menjadi peristiwa yang
biasa. Namun, ledakan di dalam masjid ini sangat mengejutkan kedua belah
pihak yang bertikai.
Sementara itu, juru bicara pemberontak Suriah, Loay Maqdad,
menyatakan bahwa unit-unit yang berhubungan dengan Pasukan Pembebasan
Suriah tidak bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
“Kami Pasukan Pembebasan Suriah tidak bertanggung jawab atas operasi
ini. Kami tidak melakukan bom bunuh diri dan tidak menargetkan masjid,”
ucap Loay kepada televisi Al Arabiya.
Video yang dirilis stasiun televisi Al Ikhbariya menunjukkan belasan mayat bergelimpangan dengan kondisi mengenaskan di karpet masjid sementara para pekerja emergency memberikan bantuan pertama pada korban yang masih hidup.
