BALIKPAPAN - Waktu pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang semakin dekat,
tentu semakin diwaspadai oleh ribuan pelajar yang siap mengikuti
pelaksanaan uji kelulusan tersebut.
Namun, dalam kurun beberapa waktu terakhir, Kota Minyak sendiri kerap
mengalami pemadaman listrik bahkan dengan waktu yang tak sebentar. Hal
inilah yang tak jarang membuat warga geram dan khawatir dapat
mempengaruhi masa belajar anak-anak yang hendak mengikuti pelaksanaan
UN.
Seperti yang disampaikan oleh Machmudi, salah seorang warga Jl Sultan
Hasanuddin Balikpapan Barat ini mengaku kecewa dengan pelayanan PLN yang
sering byar pet.
“Kasihan anak-anak ini mau bela jar, sedangkan saat mati lampu saja
waktunya cukup lama. Kalau mau belajar pulang sekolah kan mungkin kurang
efektif karena sudah lama belajar di sekolah dan tempat bimbelnya,”
ungkap ayah dari Sekar Anggraini, murid SDN 006 Balikpapan Barat.
Sementara itu, Komisi IV DPRD Kota Balikpapan yang membidangi masalah
pendidikan menanggapi, seharusnya pihak PLN sudah saatnya untuk
mengantisipasi agar tidak terjadi pemadaman listrik hingga pelaksanaan
UN 2013 mendatang.
“Yang jelas kita ingin persiapan UN anak menjadi maksimal. Listrik
memang berpengaruh, apalagi saat malam hari. Tentu menjadi masalah yang
krusial untuk diantisipasi,” ungkap Anggota Komisi IV, Syarifuddin
Odang.
Pemadaman pun tak sekadar terjadi di saat-saat anak butuh waktu untuk
belajar. Namun saat pelaksanaannya itulah yang dikhawatirkan akan
mengganggu. Mengingat untuk tingkat SMP dan SMA/sederajat sendiri
membutuhkan speaker untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, pada bagian
soal audio listening.(rem)
http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=90138
