Senin, 04 Maret 2013

Duka Balikpapan; Siswi SMP Balikpapan Tewas Terbakar

BALIKPAPAN – Balikpapan kembali berduka. Kecelakaan tragis merenggut nyawa Monika Permata Anthony (12), sekira pukul 06.30 Wita, kemarin (1/3). Pelajar kelas VII SMP Islam Terpadu (SMPIT) Al Auliya Balikpapan ini tewas terbakar, setelah ojek yang ditumpanginya dalam perjalanan ke sekolah mengalami kecelakaan.

Informasi yang dihimpun media ini, pagi kemarin, seperti biasa Suyatno, pengojek yang mengantar Monika, melintas di kawasan Telindung melewati  Somber, menuju SMPIT Al Aulia di Jalan MT Haryono, RT 33 No 91, Ring Road.

Saat di Telindung, Suyatno membonceng Monika melintasi jalanan menurun. Saat itu, di depannya ada pengendara motor KT 4881 KT, yang dikendarai Esa (17).

Diduga, saat Esa memperlambat kendaraan saat menurun, Suyatno yang posisinya tepat di belakang tak bisa menghindar. Motor Suyatno lantas menabrak knalpot motor Esa.

“Esa terpental ke kiri, sedangkan Suyatno dan korban terpental kanan,” sebut Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono, kepada media ini kemarin.
Saat terpental itulah, Monika menubruk botol-botol berisi bensin, dagangan di kios bensin eceran milik Arbain (52).

Bensin pun tumpah ke badan Monika, sementara saat itu, Monika diduga pingsan akibat benturan. Nahasnya, 7 meter dari posisi jatuhnya Monika, ada tumpukan sampah yang dibakar. Api pun tersulut membakar tubuh Monika.

Arbain dan Suyatno mati-matian mencoba menyelamatkan Monika, yang saat itu terbakar.

“Tidak sempat diselamatkan, api cepat menyambar dan besar. Arbain juga menderita luka bakar pada kedua kakinya dan dirawat di rumah sakit,” imbuh Sabar.

Sedangkan Suyatno mengalami luka bakar ringan. Masyarakat sekitar membantu memadamkan api dan membawa korban ke rumah sakit.

“Korban meninggal di rumah sakit. Sampai kini sudah tiga saksi kami periksa,” tambah Kapolres.

Saksi yang dimintai keterangan adalah Suyatno, Abdul Rahman (26) -- warga sekitar lokasi-- dan Esa. Sedangkan Arbain yang masih dirawat, belum dapat dimintai keterangan.  Dijadwalkan pagi ini, penyidik unit Laka Lantas Polres Balikpapan akan kembali melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan, siapa yang wajib bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Nanti dari hasil olah TKP lanjutan, ditambah keterangan saksi baru bisa disimpulkan. Kami utamakan asas praduga tak bersalah. Bukti dan fakta masih dikumpulkan,” jelasnya.

Jasad korban yang dibawa ke mortuary rumah sakit, setelah dilakukan visum, kemudian dibawa keluarganya.

Setelah sesaat disemayamkan di rumah duka, Jalan Batu Butok, RT 84, No 92, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, korban dimakamkan pukul 14.00 Wita, kemarin, di Pemakaman Umum  Gunung 4.

Saat ditemui Kaltim Post pukul 21.00 Wita usai pemakaman, ibu Monika, Elly Indriani (43) masih belum bersedia memberikan keterangan. Demikian pula sang ayah, Anton Budianto (45), tampak sibuk membalas pesan diponsel, menjawab panggilan telepon, dan menerima tamu kerabat yang datang dari luar kota.

Disampaikan Alvin (49), paman Monika, April nanti rencananya keluarga kecil tersebut akan pergi melaksanakan ibadah Umrah.

"Beberapa hari lalu sudah sempat foto studio berempat. Sampai hari ini foto cetaknya belum diambil," kata pamannya. (aim/far/che/k1)
 
http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/13574/tragis-siswi-smp-terbakar-saat-berangkat-sekolah.html

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.