BALIKPAPAN-Demi meningkatkan pelayanan publik ke masyarakat, Kelurahan
Prapatan Balikpapan Kota terus melakukan inovasi. Lurah Prapatan HM
Slamet Djunaedi MSI bukan hanya secara personal meningkatkan kinerja
stafnya, tetapi juga menyampaikan pesan melaui standing banner yang
dipasang di beberapa sudut ruangan, termasuk di depan pintu masuk
pelayanan. "Ada dua standing banner yang berisi pesan bagi staf dalam
peningkatan kinerja pelayanan.
Pertama mengenai 10 budaya malu dan pemahaman tentang korupsi dalam
pelayanan seperti korupsi waktu," ujar Slamet Djunaedi kepada Balikpapan
Pos, Senin (4/1). Dengan standing banner tersebut, lurah mengajak semua
stafnya untuk bekerja konsisten demi pelayanan maksimal ke masyarakat.
"Saya berharap, semua staf mempertahankan konsistensi bekerja untuk
masyarakat. Pesan di standing banner hanya untuk mengingatkan saja,"
tambahnya.
Slamet menjelaskan 10 budidaya malu yang diterapkan di kelurahan
Prapatan antara lain malu datang terlambat, malu tak ikut apel, malu
pulang lebih awal, malu tidak kerja tanpa izin, malu terlalu sering
izin, malu karena tidak memakai seragam dinas, malu bekerja tidak
terprogram, malu bekerja terbengkalai, malu bekerja tanpa
pertanggungjawaban dan malu tidak bertata krama dan sopan santun.
"Itu harus menjadi budaya sehari-hari. Insya Allah, jika pesan dalam
standing banner tersebut dilaksanakn dengan hati nurani. Pelayanan ke
masyarakat pasti akan maksimal, hasilnya pun tercapai. Seperti moto
Balikpapan saat ini, sebagai tahun bersih, tertib dan produktif,"
jelasnya.(rus)
http://balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=87668