Minggu, 17 Februari 2013

Fasilitas Sekolah Madrasah di Balikpapan Masih Minim

BALIKPAPAN - Berbeda dengan sekolah formal berstatus swasta lainnya. Puluhan sekolah mulai tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau tingkatan SD hingga Madrasah Aliyah atau setingkat SMA di Balikpapan rupanya tak selengkap dan semegah sekolah umum biasanya.

Hal ini diakui Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Drs H Saifi MPd. Berdasarkan penuturannya, lebih dari 20 sekolah berbasis Islam di Kota Balikpapan, khususnya yang berstatus swasta masih belum seutuhnya tercover dalam masalah fasilitas seperti ruang kelas laboratorium.

“Kendala kita selama ini memang input yang mana, biasanya madrasah menjadi pilihan terakhir dari siswa,” papar Saifi.

Padahal menurutnya, bagi orangtua yang menginginkan sang buah hati lebih insentif dalam pembelajaran agama Islam, merupakan langkah yang tepat untuk memasukkannya di sekolah madrasah.

“Ada kelebihan dan kekurangannya. Tetapi kami punya kebanggaan tersendiri karena sejauh ini pendidikan agama di madrasah sebesar 30 persen,” sebutnya.

Untuk kualitas pendidikan, ia berani menjamin jika sebenarnya mutu madrasah berstatus negeri dan swasta sama. Hanya saja, untuk madrasah berstatus swasta dikelola oleh yayasan. Dan, menurut Saifi memang harus memiliki kesiapan berjuang mendirikan sekolah.

Dari kuota pembelajaran agama yang mencapai 30 persen bahkan lebih itulah yang dianggap menjadi keunggulan sekaligus tantangan bagi madrasah dalam menciptakan lulusan yang berkualitas dengan fasilitas yang tidak begitu lengkap.

“Alhamdulillah tahun ini ada bantuan dari Kementrian Agama untuk 5 madrasah di Balikpapan berupa lab bahasa. Ke depan secara bertahap kami harapkan bisa mencakup semuanya,” tandasnya. (rem)
 
http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=88202

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.