BALIKPAPAN - Demo penolakan lokalisasi Lembah Harapan Baru (LHB) di Km 17, Senin (21/1/2013), turut dipimpin Ketua Umum MUI Balikpapan KH Syarwani Dzuhri.
Namun Pimpinan Ponpes Syekh Arsyad Al Banjari ini tidak ikut berorasi ke kantor Pemkot. Ia hanya mengarahkan massa dari Masjid Raya Attaqwa, yang letaknya tak jauh dari kantor Pemkot.
Kepada tribunkaltim.co.id (TRIBUNNEWS Network), KH Syarwani menyatakan, hanya satu tuntutan yang diinginkan pihaknya, yakni penutupan seluruh lokalisasi prostitusi di Balikpapan.
"Semua yang turun hari ini Insya Allah akan mendapatkan penghargaan dari Allah SWT. Kalau kita tidak menyampaikan Allah akan menurunkan bala. Sampaikanlah walaupun pahit," katanya.
"Kami tidak minta macam-macam, hanya minta pemerintah segera menutup lokalisasi itu. Karena mereka (Wanita Tuna Susila) tidak pernah kami panggil datang kesini. Mereka berbuat maksiat semaunya," tandas sang Kyai. (*)
Penulis : Syaiful Syafar
Editor : Fransina
Namun Pimpinan Ponpes Syekh Arsyad Al Banjari ini tidak ikut berorasi ke kantor Pemkot. Ia hanya mengarahkan massa dari Masjid Raya Attaqwa, yang letaknya tak jauh dari kantor Pemkot.
Kepada tribunkaltim.co.id (TRIBUNNEWS Network), KH Syarwani menyatakan, hanya satu tuntutan yang diinginkan pihaknya, yakni penutupan seluruh lokalisasi prostitusi di Balikpapan.
"Semua yang turun hari ini Insya Allah akan mendapatkan penghargaan dari Allah SWT. Kalau kita tidak menyampaikan Allah akan menurunkan bala. Sampaikanlah walaupun pahit," katanya.
"Kami tidak minta macam-macam, hanya minta pemerintah segera menutup lokalisasi itu. Karena mereka (Wanita Tuna Susila) tidak pernah kami panggil datang kesini. Mereka berbuat maksiat semaunya," tandas sang Kyai. (*)
Penulis : Syaiful Syafar
Editor : Fransina
Sumber ; Tribun Kaltim