BALIKPAPAN - Pemerintah kota Balikpapan lebih memprioritaskan wilayah simpang Rapak sebagai tempat dibangunnya jembatan layang untuk memecahkan kepadatan arus lalu lintas di daerah itu.
Jumat (7/12), Kepala Bapedda Kota Balikpapan Suryanto menuturkan sebenarnya dalam rencana Pemkot ada dua lokasi alternatif untuk dibangunnnya jembatan layang di dalam kota itu, selain simpang Rapak yang memang menjadi pusat keramaian, satu lagi akan ditempatkan di sekitar wilayah Damai tepatnya di simpang beruang madu.
Namun melihat kondisi arus lalau lintas serta kepadatan kendaraan yang melintas setiap harinya, wilayah yang juga diisi oleh berbagai pusat perbelanjaan itu dirasa lebih membutuhkan adanya jenbatan layang.
"Makanya lokasi yang dipilih di Rapak dan simpang beruang madu tapi belum tentu dibangun bersamaan kita lihat urgensinya yang paling mendesak kayaknya Rapak," katanya.
Namau Suryanto juga menerangkan bahwa rencana pembangunan jembatan ini belum tentu direalisasikan dalam waktu dekat, karena berdasarkan hasil kajian dari tim yang telah dibentuk kota Balikpapan baru membutuhkan adanya jembatan layang tahun 2015 nanti.
Meski begitu ia juga menerangkan proses untuk mewujudkan proyek monumental itu sebenarnya tengah berada dijalurnya, karena feasibility study (FS) untuk pengembangan jembatan itu telah tuntas dikerjakan tahun 2012 ini.
Dari hasil FS itu juga didapat kesimpulan bahwa dua lokasi yang direncanakan memang memungkinkan untuk berdirinya jembatan layang, tinggal saat ini menentukan di mana meletakan tiang-tiang penyangga yang akan dijabarkan dalam Detail Engineering Design (DED) yang juga akan tuntas di 2013 nanti.
"FS sudah. Kemudian di Bapedda juga dia layak. 2015 baru diperlukan karena itu 2014 dibangun dan 2013 DED terus 2012 rencana teknis dan menurut saya Rapak lebih prioritas karena dia simpang lima," katanya.
Saat disinggung tentang ganti rugi lahan bagi pengembangan proyek ini, Suryanto memerkirakan bahwa kemungkina besar dari hasil kajian awal, ganti rugi hanya mungkin dilakukan pada sisi yang menuju arah Jl Soekarano Hatta, sementara di sisi sebaliknya secara kebetulan ada asset milik Pemkot di daerah tersebut. (*)
Penulis : Januar Alamijaya
Editor : Sumarsono
Sumber : Tribun Kaltim