BALIKPAPAN - Banyak warga yang mengeluhkan tanggul yang jebol di wilayah RT 51 Kelurahan Gunung Samarinda Balikpapan Utara. Tanggul ini sendiri sudah jebol semenjak 6 bulan lalu. Balikpapan Pos, Senin (19/11) siang menemui Ketua RT 51 Gunung Samarinda Agus HP, dia mengakui perihal tanggul jebol di lingkungannya itu. “Memang tanggul itu sudah lama jebol, akibat tidak mampu menampung debit air yang lebih besar pada waktu hujan beberapa waktu yang lalu,” kata Agus.
Tanggul yang jebol ini juga mengakibatkan larinya aliran air ke kawasan perumahan RT 51 dan menyebabkan banjir. “Gara-gara tanggul yang jebol itu kalau hujan deras airnya mengalir ke sini dan menyebabkan banjir, bahkan ada beberapa warga saya yang rumahnya kemasukan air,” geramnya. Masih kata Agus, jika jebolnya tanggul itu juga telah dipantau langsung oleh pihak pemerintah. “Sekira 4 bulan yang lalu pihak pemerintah bersama tim juga telah meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul ini.
Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah,” kata Agus yang juga anggota kepolisian ini. Dia juga menyarankan kepada pemerintah agar dibuatkan gorong-gorong yang lebih besar agar bisa menampung debit air yang banyak ketika hujan turun. “Mengingat jalan ini merupakan jalan Provinsi, saya ingin jalan tersebut agar dibuatkan gorong-gorong yang lebih besar, jadi aliran air dari atas bisa melewati gorong-gorong tersebut tidak sampai meluap ke jalan raya,” ungkapnya.
Pihaknya berharap agar tanggul tersebut dengan cepat diperbaiki oleh pemerintah agar masalah banjir ini bisa teratasi. “Saya berharap agar perbaikan tanggul ini dengan segera bisa dilakukan, karena kasihan warga saya yang selalu terkena dampak dari tanggul jebol ini. Warga selalu kebanjiran setiap hujan turun,” pungkasnya.(bp-12/balikpapanpos)
Tanggul yang jebol ini juga mengakibatkan larinya aliran air ke kawasan perumahan RT 51 dan menyebabkan banjir. “Gara-gara tanggul yang jebol itu kalau hujan deras airnya mengalir ke sini dan menyebabkan banjir, bahkan ada beberapa warga saya yang rumahnya kemasukan air,” geramnya. Masih kata Agus, jika jebolnya tanggul itu juga telah dipantau langsung oleh pihak pemerintah. “Sekira 4 bulan yang lalu pihak pemerintah bersama tim juga telah meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul ini.
Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah,” kata Agus yang juga anggota kepolisian ini. Dia juga menyarankan kepada pemerintah agar dibuatkan gorong-gorong yang lebih besar agar bisa menampung debit air yang banyak ketika hujan turun. “Mengingat jalan ini merupakan jalan Provinsi, saya ingin jalan tersebut agar dibuatkan gorong-gorong yang lebih besar, jadi aliran air dari atas bisa melewati gorong-gorong tersebut tidak sampai meluap ke jalan raya,” ungkapnya.
Pihaknya berharap agar tanggul tersebut dengan cepat diperbaiki oleh pemerintah agar masalah banjir ini bisa teratasi. “Saya berharap agar perbaikan tanggul ini dengan segera bisa dilakukan, karena kasihan warga saya yang selalu terkena dampak dari tanggul jebol ini. Warga selalu kebanjiran setiap hujan turun,” pungkasnya.(bp-12/balikpapanpos)
