BALIKPAPAN - Pengembangan infrastruktur sekolah di SDN 019 Balikpapan, tinggal menunggu tindak lanjut dari pemerintah kota. Menurut Kepala Sekolah SDN 019 Krisdaryanto, berkasnya sudah diajukan dan telah ditinjau. Rencananya penambahan gedung menggunakan lahan rumah dinas kepala sekolah dan guru, yang ada di belakang gedung sekolah. “Pihak sekolah sudah melakukan pembicaraan dengan guru yang tinggal di rumah dinas tersebut.
Guru yang bersangkutan sudah merelakan dengan ikhlas jika rumah dinas dijadikan tempat pembangunan gedung baru,” kata Krisdaryanto kepada Balikpapan Pos, Rabu (24/10). Saat ini, sekolah tersebut hanya memiliki 6 kelas yang digunakan secara bergantian oleh 481 murid. Dengan keterbatasan ruang untuk belajar itu, sebagian murid ada yang melaksanakan kegiatan ajar mengajar pada siang hingga sore hari.
Selain keterbatasan ruang, SDN 019 juga belum mempunyai Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan yang memenuhi standar. Menurut pengakuannya, UKS maupun perpustakaan tidak bisa berjalan maksimal karena belum mempunyai tempat yang memadai. “Tempatnya kurang layak untuk disebut UKS karena bercampur dengan beberapa barang, seperti kursi, lebih mirip seperti gudang,” ujar Krisdaryanto.
Saat ditinjau ke lokasi, keberadaan UKS memang jauh dari kelayakan. Di sebuah ruangan sempit yang terbatas, UKS dan Perpustakaan menjadi satu tempat. Rencananya program penambahan gedung baru ini akan dikerjakan tahun depan, dan akan ditempati tahun 2014 mendatang.(bp-13/balikpapanpos.co.id)
